Tap... Tap... Tap...
Suara langkah kaki
menggema dilorong yang sepi. Langkahnya begitu teratur, dan tenang. Tak jauh
beda dengan sang empunya yang tengah tenggelam dalam buku tebal yang dibacanya.
Dia Kevin Wu, anak yang memegang peringkat satu secara marathon di sekolahnya.
Dia juga baik, dan ramah tipikal murid teladan yang tersohor dikalangan guru
dan siswa.
Tap... Tap... Tap.
Kevin menghentikan
langkah kakinya, matanya mengawasi setiap sudut lorong dengan awas. Entah
kenapa, ia merasa seperti ada yang mengawasinya. Saat ini tepat pukul 5 sore,
lorong tempatnya berdiri sudah sangat sepi dan agak gelap. Tak ada siapapun
disana selain dirinya. Ia pun kembali melanjutkan langkahnya, kali ini lebih
cepat dan agak tergesa. Sebenarnya ia tak tahu mengapa ia harus mempercepat
langkahnya, ia bukanlah tipe anak penakut yang akan berlari sekuat tenaga
setiap melewati lorong sepi dan gelap. Tapi kali ini hatinya menjerit kalau ia
harus segera keluar dari sini.
Dan kali ini ia
mendengarnya, mendengar suara langkah kaki. Bukan, itu bukan miliknya. Langkah
itu lebih tenang, jauh berbeda dengan langkahnya yang terburu-buru. Dan
sialnya, suara langkah kaki itu membuatnya tak berani menoleh kebelakang. Ia
terlalu takut untuk menyadari bahwa indra pendengarannya masih berfungsi dengan
baik, dan ada seseorang yang sedang menguntitnya sekarang. Lalu, ia mengikuti
instingnya untuk mempercepat langkahnya. Kali ini setengah berlari. Dengan
cepat ia berkelok ke arah tangga, dan dengan cepat pula tubuhnya membentur
ujung anak tangga yang runcing.
Saat ini Kevin sudah
berada didasar tangga. Sekarat dan berlumuran darah. Kemungkinan besar,
tengkoraknya retak saat membentur anak tangga besi itu. Tangga itu landai, dan
bisa saja tulang-tulangnya patah saat dia meluncur ke bawah. Yah, kecil
kemungkinan ia bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti itu. Ternyata
menyiram tangga dengan sabun pembersih lantai dan mengawasi anak sialan itu
sekarat bukan hal yang buruk. Yah, kali ini aku bisa mendapatkan peringkat
pertama dengan mudah dan aku dapat tidur dengan tenang.
created by: symptoms26







Tidak ada komentar:
Posting Komentar